FAI Unismuh Makassar Gelar Ramah Tamah Wisuda ke-88, Dekan Pesan Alumni Jaga Almamater dan Lanjutkan Tradisi Keilmuan
Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar acara ramah tamah bersama para calon wisudawan, orang tua, pimpinan universitas, dan keluarga besar FAI di Hotel MaxOne Makassar, Kamis malam, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penuh kehangatan dan rasa syukur atas keberhasilan 280 mahasiswa FAI menyelesaikan pendidikan sarjana dan akan mengikuti Wisuda ke-88 Universitas Muhammadiyah Makassar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Unismuh Makassar Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd, pimpinan fakultas, para wakil dekan, ketua program studi, dosen, pengurus Ikatan Alumni, pimpinan lembaga khusus FAI, serta orang tua dan keluarga wisudawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Dekan FAI Unismuh Makassar Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil menuntaskan studinya pada enam program studi yang berada di bawah naungan FAI.
Sebanyak 280 calon wisudawan tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam yang meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga dengan gelar Sarjana Hukum (S.H), serta Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos).
“FAI memiliki kekayaan disiplin ilmu yang beragam. Tidak hanya melahirkan sarjana pendidikan, tetapi juga sarjana hukum dan sarjana sosial. Ini menunjukkan bahwa kajian keislaman di Fakultas Agama Islam berkembang secara luas dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Amirah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada FAI Unismuh Makassar untuk mendidik, membina, dan mengarahkan putra-putrinya selama menjalani masa perkuliahan.
Menurutnya, berbagai proses pembinaan yang dilakukan kampus, termasuk kedisiplinan dan pembiasaan nilai-nilai keislaman, merupakan bagian dari upaya membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius.
“Kadang kami harus bersikap tegas dalam membina mahasiswa. Semua itu dilakukan demi kebaikan mereka agar menjadi pendidik, penyuluh, konselor, dan kader umat yang siap mengabdi di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dekan FAI juga menyoroti pencapaian bersejarah pada wisuda tahun ini, yaitu diwisudanya angkatan pertama mahasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih Perempuan Muhammadiyah (PUTM Putri) secara resmi sebagai lulusan sarjana.
Menurutnya, momen tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan kader ulama perempuan Muhammadiyah.
Ia berharap para lulusan dari program khusus seperti Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), Ma’had Al-Birr, maupun Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUPM) dapat kembali mengabdi kepada persyarikatan dan masyarakat sesuai amanah yang telah diberikan, terlebih karena mereka mendapatkan fasilitas beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar.
Selain menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa, Amirah juga memaparkan sejumlah capaian strategis FAI. Pada tahun 2025, FAI berhasil meraih penghargaan sebagai juara Kemahasiswaan Award tingkat universitas. FAI juga terus memperkuat pengembangan akademik dengan membuka peluang Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang keagamaan.
Tiga program studi kependidikan, yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, telah menjalani proses visitasi dan tinggal menunggu izin resmi dari Kementerian Agama.
“Dengan hadirnya PPG di FAI Unismuh Makassar, lulusan tidak perlu lagi mencari program profesi ke perguruan tinggi lain. Ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan pendidikan yang lengkap kepada mahasiswa,” jelasnya.
Saat ini, FAI memiliki sekitar 86 dosen dengan jumlah mahasiswa sekitar 2.500 orang. Berbagai prestasi mahasiswa maupun dosen di tingkat lokal, nasional, hingga internasional terus menjadi perhatian fakultas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas akademik.
Menutup sambutannya, Amirah menitipkan pesan kepada seluruh lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater dan menjadi bagian dari pengembangan FAI melalui kontribusi nyata, termasuk dengan mengajak generasi berikutnya untuk melanjutkan studi di FAI Unismuh Makassar.
Wakil Rektor III: Alumni Harus Menjaga Iman, Ilmu, dan Nama Baik Almamater
Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Makassar Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd dalam arahannya menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang setelah menjadi alumni tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai keislaman yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
Ia memberikan sejumlah pesan utama kepada para alumni. Pertama, menjaga dan memperkuat keimanan sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan.
“Iman adalah kompas yang akan menuntun manusia pada jalan yang benar dan diridai Allah SWT. Tanpa iman, manusia akan kehilangan arah dan tujuan hidup,” ungkapnya.
Kedua, menjaga kualitas ibadah, khususnya salat, sebagai benteng yang mampu menghindarkan seseorang dari perbuatan yang dilarang agama.
Ketiga, menjaga akhlak mulia karena akhlak merupakan cerminan utama keberhasilan pendidikan dan kualitas keberagamaan seseorang.
Selain itu, Mawardi menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus terus dikembangkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan menjadi orang yang hanya mengumpulkan ilmu tetapi tidak mengamalkannya. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Ia juga mengingatkan alumni agar tidak berhenti berbuat baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat, sebagaimana prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya.
Pesan lainnya adalah pentingnya menjaga adab kepada orang tua dan guru sebagai salah satu kunci keberkahan ilmu dan kehidupan.
“Hormati orang tua dan guru. Doakan mereka, maafkan kekurangan mereka, karena keberkahan ilmu sangat erat dengan bagaimana seseorang menjaga penghormatan kepada orang-orang yang telah mendidiknya,” pesannya.
Mawardi juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi sangat bergantung pada kekuatan alumninya. Oleh karena itu, alumni memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater, mempromosikan kampus kepada masyarakat, serta berkontribusi dalam pengembangan institusi.
Ia turut menyampaikan perkembangan Unismuh Makassar yang terus mengalami kemajuan dengan jumlah program studi yang telah mencapai 74 program studi di delapan fakultas serta semakin menguatkan reputasi pada tingkat nasional maupun internasional.
Acara ramah tamah tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kebersamaan. Kehadiran orang tua dan keluarga wisudawan dari berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, hingga Papua, menjadi bukti luasnya jangkauan dan kepercayaan masyarakat terhadap FAI Universitas Muhammadiyah Makassar.
Ramah tamah ini sekaligus menjadi momentum pengembalian secara simbolis para lulusan kepada keluarga dan masyarakat setelah melewati proses pendidikan di FAI Unismuh Makassar, serta menjadi awal perjalanan mereka sebagai alumni yang diharapkan membawa nama baik almamater dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.
Sustainable Development Goals
Berita Terkait
Dari Ruang Diskusi, FAI Unismuh dan FTIK UIAD Sinjai Perkuat Kolaborasi
18 Jun 2026
Lima Dosen FAI Unismuh Makassar Ukir Prestasi, Raih Pendanaan Hibah Kemendiktisaintek 2026
04 Jun 2026
FAI Unismuh Kembali Jalani Asesmen Lapangan untuk Prodi PPG Bidang Keagamaan
10 Apr 2026